Iran Bantah Klaim AS Soal Angkatan Laut, Tantang Kapal Perang Masuk Teluk Persia
By Admin

Selat Hormuz
nusakini.com, Pemerintah Iran membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut kemampuan angkatan laut negara tersebut telah dihancurkan. Militer Iran bahkan menantang Presiden AS Donal Trump untuk membuktikan pernyataannya dengan mengirim kapal perang ke wilayah Teluk Persia.
Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, menyatakan negaranya masih menguasai jalur strategis Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Naini, Angkatan Laut IRGC tetap memiliki kendali atas wilayah perairan tersebut yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Ia juga merespons klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan kekuatan angkatan laut Iran telah dilumpuhkan.
“Jika benar mereka mengatakan telah menghancurkan angkatan laut Iran, maka buktikan dengan mengirim kapal perang ke Teluk Persia,” kata Naini.
Dalam kesempatan yang sama, Naini mengklaim Iran telah melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Berdasarkan pernyataannya, operasi militer tersebut melibatkan sekitar 700 rudal dan sekitar 3.600 pesawat nirawak.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Jumat, 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung fasilitas militer milik Amerika Serikat.
Dalam perkembangan lain, Iran juga dilaporkan menutup Selat Hormuz sejak awal Maret 2026. Jalur laut ini dikenal sebagai salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia. (*)